Berita

Andrei Angouw; Walikota yang Beragama Konghucu Pertama di Indonesia! – Tionghoapos


Last Updated on 11 December 2020 by Herman Tan

Sebentar lagi masyarakat Tionghoa, terlebih khusus penganut Konghucu di Indonesia akan menorehkan sejarah baru. Karena di Manado, Sulawesi Utara, Andrei Angouw (1971) akan menjadi Wali Kota beragama Konghucu pertama di Indonesia.

Hal ini karena berdasarkan hasil hitung cepat (quick count) LSI per hari ini, pasangan Andrei Angouw -Richard Sualang sudah unggul sekitar 36% di kota Manado. Ia merupakan seorang politisi yang berlatar belakang pengusaha, yang lahir dan besar di kota Manado.

Berbekal kendaraan politik PDI Perjuangan, Ia terpilih sebagai anggota DPRD Sulawesi Utara 3 periode berturut2, sebelum akhirnya menjabat sebagai Ketua DPRD Sulawesi Utara sejak 16 Februari 2016. Kala itu, Andrei Angouw juga tercatat sebagai Ketua DPRD yang beragama Konghucu pertama di Indonesia.

Pada tanggal xx xx 2021, Andrei Angouw dilantik sebagai Walikota Manado periode 2021-2024 oleh xxx.

A. Biografi Andrei Angouw, Wali Kota yang beragama Konghucu pertama di Indonesia

Nama : Andrei Angouw (Hanzi : 洪xx, Pinyin : Hong xx)
Etnis : Hokkian (Tionghoa)
TTL : Manado, 23 Mei 1971

Orang tua : xx xx
Istri : Irene G. Pinontonan (2003)
Anak : 4 (Ansell, Abillio, Anthony, Annabel)

Agama : Konghucu (儒教; Rujiao)
Partai Politik : PDI Perjuangan (2009 s/d sekarang)

Andrei Angouw ketika dilantik sebagai Ketua DPRD beragama Konghucu pertama di Indonesia, oleh Ketua Pengadilan Tinggi Manado Mabrug Nur, 16 Februari 2016 (foto : manadones.com).

Riwayat Pendidikan :

1977-1983 : SD RK III Manado
1983-1986 : SMP Khatolik Fr. Don Bosco Manado
1986-1989 : SMA Khatolik Rex Mundi Manado

1989-1992 : Bachelor of Science in Industrial and System Engineering at Univesity of Southern California, Los Angeles, USA
1992-1994 : Master of Science in Engineering Management at Univesity of Southern California, Los Angeles, USA

Riwayat Jabatan :

1. Anggota DPRD Sulawesi Utara masa bakti 2009-2014, 2014-2019, dan 2019-2024.

2. Ketua Komisi III DPRD Sulut (bidang pembangunan) masa bakti 2014-2019.

2. Ketua DPRD Sulawesi Utara masa bakti 2016-2020 (mengundurkan diri pada September 2020, karena mencalonkan diri sebagai calon walikota Manado bersama Richard H.M. Sualang¹).

4. Walikota Manado masa bakti 2021-2024 (masa jabatan kepala daerah hasil Pilkada serentak 2020 hanya sekitar 3 tahunan, bukan 5 tahun, mengingat pada akhir tahun 2024 mendatang Pilkada serentak akan kembali digelar. UU Pilkada No.10 tahun 2016 & UU Pemilu No.7 tahun 2017 mengatur mekanisme tersebut²).

Penghargaan :

1. Bintang Kehormatan dari Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) tahun 2018.

Quote :

“Cita cita saya adalah tinggal dengan aman dan nyaman di Kota Manado, dan berkontribusi secara aktif dalam perkembangannya ke depan. Kota dimana saya akan menghabiskan sisa hidup saya, kota dimana anak & cucu saya akan tinggal dan menjalani kehidupannya kelak. Kota yang telah melahirkan, membesarkan, dan memberikan kehidupan yang begitu baik bagi saya dan keluarga saya” – Andrei Angouw, Juni 2018.

Demografi Kota Manado :

Nama Mandarin : Wan Ya Lao (Hanzi : 萬鴉老; Pinyin : Wàn yā lǎo)
Jumlah penduduk : 433.635 (data 2019)
Luas wilayah : 161 km²

Agama : Kristen 62,78%, Islam 31,33%, Khatolik 5,05%, Buddha 0,57%, Hindu 0,17%, Konghucu 0,1% (sensus 2010)
Etnis : Minahasa (mayoritas), Sangir, Gorontalo, Mongondow, Tionghoa, Jawa, Arab.
Bahasa : Manado (kesehariannya), Indonesia.

Baca juga : Tjhai Chui Mie : Walikota Wanita Tionghoa Pertama di Indonesia, Ahoknya Versi Wanita!

B. Perjalanan Karir Politik Andrei Angouw

1. Sebagai Anggota DPRD Sulawesi Utara (2009-2020)

Andrei Angouw merupakan seorang politikus dari fraksi PDI Perjuangan tulen. Ia berdarah Tionghoa dan merupakan orang yang beragama Konghucu pertama yang berhasil menjabat posisi Ketua DPRD di Indonesia. Ia memiliki latar belakang pengusaha dan sebelumya pernah menjadi direktur PT. Gapura Utarindo.

Perjalanan politik Andrei dimulai ketika dia berhasil terpilih sebagai anggota DPRD Sulawesi Utara periode 2009-2014 (dari Dapil Sulawesi Utara 1 yang meliputi kota Manado).

Ia lalu terpilih kembali pada periode 2014-2019. Pada periode inilah dia mulai menapaki kariernya ketika terpilih sebagai Ketua Komisi III DPRD Sulut (bidang pembangunan).

Lalu kemudian pada tahun 2016 menjadi Ketua DPRD Sulawesi Utara, ketika ditunjuk menggantikan Steven Kandouw yang mengundurkan diri karena mencalonkan diri sebagai calon Wakil Gubernur Sulawesi Utara bersama Olly Dondokambey.

Ia pun kembali terpilih untuk ke-3 kalinya pada periode 2019-2024, dan berhasil mempertahankan posisi Ketua DPRD Sulawesi Utara (secara definitif); sebelum kemudian mengundurkan diri pada 9 September 2020, karena mencalonkan diri sebagai calon Walikota Manado bersama Richard H.M. Sualang.

Tampak Andrei Angouw (paling kanan) ketiak diambil sumpah jabatan oleh Ketua Pengadilan Tinggi Manado Arif Supratman, 2 Oktober 2019 (foto : beritamanado.com).
Andrei Angouw sewaktu dilantik sebagai Pimpinan DPRD Sulut beragama Konghucu pertama di Indonesia, 2 Oktober 2019 (foto : beritamanado.com).

Baca juga : Daftar Marga Tionghoa yang di Indonesiakan

2. Sebagai Walikota Manado (2021-)

Nama Andrei mulai mencuat sebagai salah satu bakal calon Walikota Manado dari PDI Perjuangan pada pertengahan 2020. Dia dianggap memiliki modal tingkat keterpilihan yang tinggi di masyarakat kota Manado.

Waktu itu dia pernah menyampaikan, bahwa dia masih menunggu instruksi dari DPP PDI Perjuangan, karena sebagai kader dia wajib mengikuti apapun keputusan partai.

Tantangan terberatnya ketika resmi dicalonkan adalah PDIP, adalah karena partai itu belum pernah sekalipun memenangkan kontestasi pemilihan Walikota Manado.

Berbekal pengalaman 3x terpilih berturut2 sebagai anggota DPRD Sulawesi Utara, Andrei berhasil memenangkan pemilihan Walikota Manado yang digelar KPU pada tanggal 9 Desember 2020, dengan jumlah suara xx %.

Pada tanggal 10 Desember 2020, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menyatakan bahwa kemenangan Andrei Angouw -Richard Sualang di kota Manado berdasarkan hasil hitung cepat (quick count). Hasto pun menyatakan bahwa calon walikota Andrei Angouw itu bakal menjadi walikota pertama yang beragama Konghucu di Indonesia.

Update 11 Desember 2020 :

Merujuk pada hasil rekap Komisi Pemilihan Umum (KPU)³, untuk Pilkada kota Manado per Jumat, 11 Desember 2020 pukul 14.00 WITA, pasangan Andrei Angouw – Richard H.M Sualang sejauh ini masih unggul dengan suara 36,1% (dari 38,30% jumlah suara yang masuk, 979 TPS).

Mereka berhasil mengugguli pasangan Julyeta P.A Runtuwene – Harley A.B Mangindaan di posisi ke 2 dengan suara 27,8%, disusul Mor D Bastiaan – Hanny J Pajouw dengan 22,3%, dan Sonya S Kembuan – Syarifudin Syafa dengan 13,8%.

Dengan hasil sementara tersebut, maka Andrei Angouw hampir dipastikan akan menjadi walikota pertama dari etnis Tionghoa yang beragama Konghucu di Indonesia

Catatan :

1. Wikipedia – Pemilihan umum Wali Kota Manado 2020
2. KPU – Hasil Pilkada Manado 2020 (ver. KPU)
3. Media Indonesia – Mendagri Sebut Pilkada 2024 Sesuai Jadwal
4. CNN Indonesia – Unggul di Manado, Andrei Akan Jadi Walikota Konghucu Pertama di Indonesia





Source link

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Semua tentang Tionghoa

Situs berita informasi seputar Tionghoa di Indonesia.

Copyright © 2020 TIONGHOAPOS.COM

To Top