Traveling

Tips Menginap di Hotel Berhantu (Yang Suka Berwisata Seorang Diri Wajib Baca!) – Tionghoapos


Last Updated on 6 April 2021 by Herman Tan

Bagi pembaca yang sering ditugaskan keluar daerah, yang sering berlibur ke luar daerah ataupun di luar negeri, dan bermalam di hotel, harus memperhatikan cara-cara berikut untuk menghindari bertemu dengan roh atau hantu (鬼; Gui).

Apalagi bagi yang suka berwisata seorang diri, atau backpacker, wajib membacanya sebagai referensi.

1. Hindari Menginap di Hotel yang Kamarnya di Paling Ujung (住酒店忌尾房)

Ketika kita melakukan perjalanan/wisata dan tinggal di hotel, tidak sedikit orang yang menyarankan agar menghindari menempati kamar paling ujung dari hotel pada satu lantai.

Hal ini memang cukup beralasan, karena biasanya kamar paling ujung kurang mendapat cahaya yang cukup (bahkan dari cahaya lampu lorong kamar sekalipun), kurang mendapat cahaya matahari langsung (terhalang tembok). Bahkan aktivitas orang yang berlalu lalang di situ hampir tidak ada (kecuali ada orang yang ingin ke kamarmu).

Karena hawa (energi Yang, positif) sedikit inilah sehingga membuat makhluk halus betah menempati area itu. Jadi jika kamu menginap di hotel dan kebagian kamar paling ujung, cobalah meminta ganti dengan kamar yang lain.

Baca juga : Kamu Lagi Liburan? Pastikan Mematuhi Larangan Ini Saat di Hotel!

2. Hindari Menempati Lantai atau Nomor Kamar yang Berangka Jelek (靈性號碼要避忌)

Masih berhubungan dengan tinggal/menginap di hotel. Umumnya sebagian kamar hotel2/penginapan di Tiongkok, Hongkong, Taiwan, Singapore, Malaysia, Thailand, dsb , tidak terdapat angka 2 dan 5. Hal ini dikarenakan dalam ilmu Fengshui, angka2 tersebut berhubungan dengan spiritual.

Oleh karena itu, nomor belakang (angka ke 2) kamar hotel/penginapan biasanya tidak diakhiri dengan angka 2 atau 5.

Karena menurut pengalaman sebagian orang yang pernah menginap pada kamar2 dengan nomor tersebut (survei orang2 yang sering tinggal di hotel), ketika posisi tubuh lagi lemah (pulang kantor/mengikuti kegiatan yang menguras energi) bisa berhadapan dengan “roh halus” ketika berpapasan.

Begitupun dengan angka 4. Banyak sekali hotel yang menghilangkan lantai 4, atau kamar bernomor 4 di hotelnya. Ini karena dalam bahasa mandarin, angka 4 (四; sì) memiliki bunyi pelafalan yang sama dengan kata kematian (死; sǐ).

3. Pada saat sebelum buka pintu kamar : Ketuk pintu, lalu bungkukkan badan

Pada saat mengindap di hotel, sebelum membuka pintu kamar, jika terdapat bel kamar, tekan/bunyikan bel kamar duluan. Jika tidak ada bel kamar, diketuk 3x. Saat memasuki kamar, membungkukkan badan dulu, sebagai tanda menghormati/respek kepada “mereka” yang sudah lebih dulu ada disitu.

Hal ini sama/serupa seperti jika kamu ingin buang air kecil di kompleks perkuburan. Namun sialnya, tidak ada WC disitu. Tentunya ketimbang menahan pipis, kamu pasti akan mencari daerah semak belukar/pepohonan untuk membuang hajat disitu. Orang2 tua dulu suka mengingatkan, agar mengucapkan salam/kalimat permisi.

Baca juga : 10 Cara Melihat Roh: Yang Nomor 8 nya Mencengangkan! Ternyata …

4. Sesudah masuk kamar : Hidupkan lampu, tarik air closet, buka laci lemari, membuka selimut tempat tidur, dan menepuk bantal

Ketika sudah memasuki kamar hotel, menghidupkan semua lampu di kamar, termasuk lampu meja, lampu kamar mandi, dll semuanya harus dihidupkan. Kemudian masuk kamar mandi dan tarik air closet, yang artinya menghilangkan/membuang semua “kotoran” yang ada.

Selanjutnya, buka rak lemari, buka selimut kamar tidur dan menepuk bantal beberapa kali. Semua tanda ini memberi isyarat kepada roh halus untuk keluar/pergi dari kamar ini.

5. Pada saat tidur : Nyalakan lampu tidur, dan taruh sepatu secara sembarangan

Pada saat tidur, menyalakan lampu kecil (lampu tidur). Hal ini bertujuan untuk menghindari berkumpulnya kembali hawa jahat (saat keadaan menjadi gelap gulita), dan bisa memberi/mensugesti rasa aman pada diri sendiri.

Selain itu, sepatu jangan disusun rapi dan taruh di sebelah tempat tidur. Konon banyak cerita bahwa jika sepatu tersusun rapi, pada saat tengah malam roh hantu bisa memakainya dan berjalan. Oleh sebab itu, jangan letakkan sepatu dengan rapih (disejajarkan), melainkan dibolak-balik.

Baca juga : 10 Cara Penangkal Hantu : Yang Suka Berwisata Seorang Diri Wajib Baca Nomor 9!

6. Larangan Mengucapkan Hal2 yang Tabu

Dalam lingkungan yang asing, sebaiknya jangan bersikap terlalu bebas (polos) seperti di rumah sendiri, seperti mengucapkan kata- kata yang jorok/kasar (tidak sopan). Sama halnya saat kita naik gunung, selalu diingatkan agar tidak mengucapkan kata2 tersebut.

Selain itu, beberapa hotel ada juga yang meletakkan kitab suci, seperti Alkitab, kitab2 Buddha, atau bahkan benda2/objek ritual (seperti di Bali). Jangan disebabkan hanya karena berbeda kepercayaan, lantas berbuat tindakan yang tidak sopan.

Ingat untuk selalu respek dan saling menghormati (toleran) lingkungan baru sekitar, karena kamu bukan satu2nya penghuni dan penguasa alam dunia ini. Jika masih tidak sadar, naiklah ke puncak gunung, niscaya kamu akan merasa bahwa dirimu menjadi sangat kecil dibanding alam semesta ini, kekuatan Sang Pencipta.

Benar, bahwa MANUSIA adalah kelompok tertinggi ciptaan Tuhan di alam semesta ini; namun itu bukan berarti sebuah BENTUK PEMBENARAN, bahwa kita bisa menjadi sombong dan menganggap diri berkuasa atas segalanya, melebihi kekuatan SANG PENCIPTA..





Source link

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Semua tentang Tionghoa

Situs berita informasi seputar Tionghoa di Indonesia.

Copyright © 2020 TIONGHOAPOS.COM

To Top